Rabu, 30 Juni 2010

Good Bye Ronaldo

Rabu, 30 Juni 2010


CAPETOWN - Spanyol menjadi tim terakhir yang memastikan langkah menuju babak perempat final Piala Dunia 2010. Pasukan Matador melakukannya setelah berhasil mengalahkan Portugal dengan skor tipis 1-0, Rabu (30/6/2010).

Turun dengan materi pemain bintang La Furia Roja mengusung misi menggapai kemenangan pada laga ini. Hal serupa tentunya berlaku bagi Selecao Eropa yang berharap bisa melanjutkan kiprahnya setelah sedikit terseok-seok di babak penyisihan grup G.

Spanyol sangat ngotot menghadapi pertandingan kali ini. Terbukti, baru satu menit berjalan mereka sudah mampu mengancam gawang Eduardo melalui Fernando Torres, sayang masih bisa ditepis.

Ancaman berikutnya datang dari David Villa secara berturut-turut di menit ketiga dan ketujuh. Lagi-lagi berkat kesigapan Eduardo, gawang Portugal urung kebobolan.

Para pemain Spanyol nampak sangat mendominasi dengan gaya permainan bola-bola pendek. Berbeda dengan Portugal yang lebih suka mengalirkan bola langsung.

Ancaman ke gawang Iker Casillas sendiri datang di menit ke-20. Sepakan jarak jauh Tiago Mendes yang disambar Hugo Almeida membuat kiper Real Madrid ketar-ketir, meskipun masih mampu bereaksi dan melakukan tindak penyelamatan.

Cristiano Ronaldo tidak banyak berkutik pada duel kali ini. Dia hanya mampu sesekali mengancam pertahanan lawan tanpa menghasilkan sebiji gol pun. Hingga paruh waktu pertama ditutup skor 0-0 masih saja bertahan.

Babak kedua dibuka kedua kubu sama-sama mengambil inisiatif menyerang. Hanya saja Portugal terlihat agak kebingungan dalam mengatur tempo.

Casillas hampir saja memungut si kulit bundar dari dalam gawang ketika Alemeida berhasil melepaskan tembakan dari dari sisi gawang. Bola yang mengenai paha kanan Carles Puyol melambung tinggi dan nyaris saja masuk melewati garis gol.

Melihat daya gedor lini depan Spanyol sedikit mengendur, Vicente del Bosque mengambil inisiatif memasukan Fernando Llorente menggantikan Torres. Baru tiga menit hadir, dia sudah mampu mengacak-acak pertahanan Portugal.

Hasil konkret sendiri baru lahir di menit ke-63. Berawal dari kerja sama apik dengan Xavi Hernandez, Villa yang lolos dari perangkap off-side menembakan bola dengan keras dan menjadikan skor berubah 1-0.

Sudah unggul, motivasi Spanyol kemudian meningkat. Mereka membali menguasai bola dan sesekali melakukan gempuran sporadis.

Llorente sempat dua kali hampir mencetak gol, masing pada menit ke-77 dan ke-86. Sialnya belum ada yang menemuai sasaran.

Pada masa kritis dimana Portugal sedang giat-giatnya melancarkan serangan, salah satu pemain mereka Ricardo Costa malah harus diusir keluar lapangan karena dianggap menyikut lawan.

Hal itu jelaskan melemahkan posisi Portugal. Alhasil, sampai wasit meniup peluit panjang skor 1-0 untuk Spanyol masih tetap bertahan.

Dengan hasil ini Spanyol dipastikan akan bertemu Paraguay yang juga meraih kemenangan atas Jepang. Pertandingan sendiri sedianya akan dilangsungkan pada, Minggu (4/7/2010).

Susunan pemain:
Spanyol:
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso, 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 9-Fernando Torres, 7-David Villa

Portugal: 1-Eduardo; 2-Bruno Alves, 21-Ricardo Costa, 6-Ricardo Carvalho, 23-Fabio Coentrao, 16-Raul Meireles, 15-Pepe, 19-Tiago, 7-Cristiano Ronaldo, 11-Simao Sabrosa, 18-Hugo Almeida. (cacink)

Hentikan Messi!
Sabtu, 26 Juni 2010 - 08:41 wib

JOHANNESBURG - Taktik apa yang disiapkan Meksiko untuk menghadapi kandidat juara Piala Dunia 2010, Argentina, Senin (28/6/2010) dini hari? Mudah saja: hentikan Lionel Messi!

Pasukan El Tri mengantongi tiket ke babak 16 besar Piala Dunia Afrika Selatan setelah finish di posisi runner-up Grup A. Sebelum bermimpi lebih jauh menjuarai pesta akbar sepakbola dunia, Meksiko terlebih dulu harus melewati hadangan anak-anak asuh Diego Maradona.

Kendati Messi belum menorehkan gol di putaran final Piala Dunia 2010, Marquez mengingatkan skuad Javier Aguirre, untuk terus mewaspadai rekan setimnya di Barcelona itu.

"Saya mengenal Messi cukup baik. Dia pemain yang sulit dihentikan dan susah untuk dihadapi," imbau bek 31 tahun kepada Daily Star, Sabtu (26/6/2010).

"Kami harus menutup pergerakan Messi, karena mencuri bola darinya akan sulit. Dia pemain terbaik di dunia. Messi sangat hebat dalam menguasai bola dan bisa mengubah ritme pertandingan jika dia mau. Kami harus menutup ruang gerak serta aliran bolanya," imbuh Marquez.

Ditanya mengenai peluang timnya menghadapi salah satu favorit juara, Marquez berharap rekan-rekannya mempertahankan rasa percaya diri.

"Kami berharap bisa melakoni laga sempurna. Selalu ada pesimisme dalam tubuh Timnas Meksiko. Terkadang, kami tidak cukup memiliki kepercayaan diri seperti tim lainnya," cetus mantan punggawa AS Monaco.

"Kami akan mengubah mentalitas tim. Kami semakin kuat dan berharap bisa lebih baik lagi. Baiklah, lawan kami memang Argentina. Lalu, kenapa?" tandas Marquez setengah menantang.(cacink)