Jumat, 25 Juni 2010

Iniesta Tenangkan Spanyol

Kamis, 24 Juni 2010 - 11:05 wib

Foto: Penyerang Timnas Spanyol Andres Iniesta (Reuters)
PRETORIA - Menang atau mengubur impian juara. Pernyataan ini layak disematkan kepada Timnas Spanyol. Tim berjuluk La Furia Roja akan berjuang mengalahkan Chili pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup H.

Partai penentuan ini akan dilangsungkan di Stadion Loftus Versfeld, Sabtu (26/6/2010) dinihari.

Saat ini, posisi Spanyol masih terancam tersingkir dari Piala Dunia. Untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar, maka tim besutan Vicente del Bosque harus menundukkan Chili, yang mengemas enam poin. Pasalnya, Swiss yang juga mengantongi tiga poin sama seperti Spanyol lebih diuntungkan karena menghadapi tim kuda hitam, Honduras.

Kendati berat, Spanyol diuntungkan dengan kembalinya sang kreator lapangan tengah Andres Iniesta. Dia menyatakan siap membela Spanyol setelah absen saat menghadapi Honduras.

Penyerang Barcelona menegaskan dirinya 100 persen fit dan siap diturunkan pada laga mendatang.

"Saya berlatih dengan baik. Saya merasa baik dan bisa melakukan semuanya secara normal," kata Iniesta seperti dilansir reuters, Kamis (23/6/2010). (cacink)
Portugal akan main Bagus hadapi Brazil

DURBAN - pelatih Portugal Carlos Queiroz mengharapkan pertemuan timnya di Grup G melawan bintang-bintang Piala Dunia Brasil pada hari Jumat menjadi "permainan yang cantik".

Juara Lima kali, Brazil telah memastikan diri lolos ke putaran 16 besar setelah mengalahkan Korea Utara 2-1 dan kemenangan 3-1 atas Pantai Gading dan mengantongi enam poin. Sebuah hasil seri akan mengantarkannya memuncaki Grup G.

Portugal, sudah melewati 17 pertandingan tanpa kalah, draw 0-0 dengan Pantai Gading sebelum membantai Korea Utara 7-0 untuk menempatkan mereka di tempat kedua dalam grup tersebut dan hanya membutuhkan seri untuk maju ke babak berikutnya.

Tapi Queiroz, mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United, berjanji bahwa pihaknya tetap mengincar kemenangan, sementara Pantai Gading perlu menang besar atas Korea Utara untuk lolos ke babak kedua.

"Yang paling penting adalah bahwa kita bermain dan mencetak gol untuk lolos ke babak 16 besar, itu tujuan utama kami. Brasil tidak dalam posisi itu karena mereka telah lolos. Jadi tidak boleh ada kesalahan atau keraguan pada bagian kami, "katanya.

"Kami telah melihat Dunga (pelatih Brasil) membangun tim itu. Jika Anda tidak punya keseimbangan yang baik antara serangan dan pertahanan, mereka akan menghancurkan anda. Kami tahu kami menghadapi sebuah tim yang hebat dengan pelatih yang hebat seperti Dunga.

"Brasil adalah sebuah tim yang solid, terorganisasi dengan baik dan penuh dengan pemain yang sangat bertalenta dan mereka juga sangat realistis."

Namun Queiroz menyayangkan Brazil yang kehilangan playmaker mereka. Namun dia percaya diri dengan catatan mengesankan pertahanan timnya.

"Faktanya adalah kita belum kebobolan gol sejauh ini berarti kita telah bertahan dengan baik. Tetapi kita juga harus menyerang dengan baik. Ketika kita telah memiliki keseimbangan itu, kita bisa memanfaatkan setiap peluang saat jumpa Brasil," kata pria kelahiran Mozambik ini.

"Kami telah memainkan 25 pertandigan selama dua tahun terakhir, dan gawang kami belum kebobolan sampai pertandingan ke 21. Ini merupakan catatan besar bagi tim, dan menunjukkan keseimbang tim kami.

"Tapi besok adalah pertandingan Piala Dunia melawan Brasil, salah satu favorit juara dengan peringkat nomor satu FIFA. Itu akan sangat sulit untuk kedua tim.

"Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, kami mengharapkan permainan sepakbola yang spektakuler."

"Begitulah seharusnya Piala Dunia: para pemain dan permainan indah. Kami akan berusaha untuk bermain indah. dan kami mencoba menjadi pemenang pada akhir Piala Dunia."

Queiroz berpendapat tentang absennya Kaka, "Jelas bahwa trio emas Brasil yang terdiri dari Robinho, Luis Fabiano dan Kaka. Ketika mereka bermain bersama mereka mencetak gol.

"Menarik untuk dilihat siapa yang mereka bawa untuk menggantikan Kaka."

Queiroz juga mengisyaratkan bahwa hasil seri akan membuatnya puas.

"Tentu saja setiap kemenangan atas Brasil adalah hasil yang besar bagi tim mana pun," katanya. "Tapi bahkan seri pun adalah sesuatu yang penting. Kita harus menggunakan semua kemampuan kami untuk memastikan lolos."

"Ketika dua tim besar seperti Brasil dan Portugal bermain, saya yakin ini akan menjadi pertunjukan sepakbola yang besar dan hiburan yang menyenangkan.**(Cacink)

Era Kami Telah Usai


Andrea Pirlo/ Foto: Daylife
JOHANNESBURG - Tersingkirnya Italia dan Prancis yang tidak lain merupakan dua finalis pagelaran Piala Dunia sebelumnya, mencuatkan tanda tanya besar. Atas hal itu Andrea Pirlo punya jawabannya.

Sederhana saja bagi Pirlo. Menurutnya ini merupakan akhir dari kiprah para pemain yang cemerlang di Jerman empat tahun silam.

“Apakah ini akhir dari sebuah era? Ya, tentu saja,” seru Pirlo seperti dikutip Football Italia, Jum’at (25/6/2010).

Gli Azzurri dipastikan pulang kampung lebih awal usai tunduk 3-2 dari Slovakia di laga terkahir babak penyisihan grup F. Pirlo yang hanya tampil beberapa menit pada pertandingan di Ellis Park Stadium merasa malu dan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan timnya.

“Kami mempermalukan diri sendiri. Kami gagal memenangkan pertandingan dan kesalahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim,” ujarnya. (msy)

Kamis, 24 Juni 2010

Keberanian Capello Buat Inggris Lolos

Kekhawatiran Inggris gagal lolos ke babak 16 besar -- seperti yang dialami Prancis -- tak terjadi. Gol tunggal Jermain Defoe memenangkan The Three Lions 1-0 atas Slovenia pada pertandingan terakhir di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, satu jam lalu. Kuncinya? Keberanian pelatih Fabio Capello dalam meramu skuad dan memberikan kepercayaan pada pemain.

Setelah hanya meraih dua hasil imbang -- dengan Amerika Serikat 1-1 dan 0-0 melawan Aljazair -- posisi Inggris mengkhawatirkan sebelum laga melawan Slovenia. Hanya kemenangan yang bisa meloloskan mereka ke babak berikutnya.

Tahu dengan kondisi ini, Capello melakukan langkah cukup mengejutkan. Pelatih asal Italia itu merombak susunan starting eleven. Matthew Upson, James Milner, dan Jerman Defoe masuk sejak awal menggantikan Jamie Carragher yang absen karena akumulasi kartu, Aaron Lennon yang tak maksimal di sektor sayap kanan, serta Emile Heskey yang lebih banyak jadi 'pengganggu' konsentrasi lawan di dua pertandingan pertama.

Perubahan ini berjalan cukup baik meski tak bisa dibilang maksimal. Gerrard bergerak leluasa di kanan dan berganti posisi dengan sayap kiri yang diisi Milner. Wayne Rooney berduet dengan Defoe di depan.

Hasilnya, dua pemain 'baru' -- Milner dan Defoe -- andil dalam terjadinya gol semata wayang di menit ke-22. Umpan Milner dari sisi kanan langsung disambar Defoe.

Langkah berani kembali dilakukan Capello ketika menarik Rooney di menit ke-72 digantikan Joe Cole. Harapannya, eks-pemain Chelsea itu bisa mencari peluang dengan skillnya. Capello juga berusaha mencari alternatif serangan dengan memasukkan Heskey menggantikan Defoe di menit ke-86. Sayang, dua pergantian ini tak menghasilkan.

Dari penampilan malam ini menunjukkan Inggris masih punya masalah di lini depan, hal yang tak terjadi ketika kualifikasi. Dari 10 pertandingan, Inggris menang 9 kali dan hanya kalah 1 kali dengan catatan gol 34 memasukkan dan hanya kemasukan 6 gol. Penampilan Inggris-pun sejauh ini belum seimpresif Brasil atau Argentina atau Belanda.

Setidaknya, keberanian Don Fabio meramu skuad untuk menemukan formula yang pas harus diberi selamat. Capello mengatakan kepada Reuters sesudah pertandingan, "Pikiran kami kini sudah bebas, tak ada lagi ketakutan."

Fase grup sudah dilewati. Meski menang, Inggris hanya berada di posisi runner-up grup kalah selisih gol dari Amerika yang membungkam Aljazair 1-0 berkat gol Landon Donovan di menit terakhir. Artinya, mereka bakal bertemu juara Grup D yaitu Jerman.

Holidays for Henry and Abidal


France’s early exit from the World Cup means that Henry and Abidal will be the first Barca players at the event to get their holidays early, with both of them not due back at the Nou Camp till July 19th.


It’s been a disappointing tournament for the French, who failed to win a single game and whose camp was torn apart by disagreement and unrest between the management and the players and Henry and Abidal have not really had the chance to show the ability that they’ve shown for Barca.

Henry used as a sub

henry_domenech.jpgHenry was used as a sub twice: in the first game against Uruguay (0-0) and in Tuesday’s defeat to South Africa, whilst he sat out the defeat against Mexico. In his fourth World Cup, Henry was unable to relive the success of his first (winner in 1998) or the last (runner up in 2006), but he did repeat the poor performance of the French team who were also knocked out in the group stage in 2002.

Abidal starts twice

abidal_mexic.jpgÉric Abidal put in more minutes than Henry, starting both the first two games. He gave away a penalty against Mexico and before the final game told boss Domenech that he “was exhausted and couldn’t play”, following all the internal disruption in the camp.